Kamis, 09 Januari 2014

Is he/she comfie enough?

This is my second post and I'm like love counselor (forgive me and my brainstorming, just got tryptophan for early breakfast)

Jadi gue mulai tracking record tentang berapa lama waktu yang gue butuhkan untuk nyaman sama pasangan dan kadar kegilaan gue akibat tindakan nyaman tersebut. 

Sebelum kalian baca dan menguap (hehe) sebaiknya kita garis bawahi disini adalah let's define "security". I bet kalian sudah memegang definisi sendiri mengenai rasa nyaman terhadap pasangan, dan I bet banyak kata kerja yang terlibat di dalamnya. Well, nyaman menurut gue adalah ada garis samar antara sane & insane, dimana kita bisa mengeluarkan hal-hal tersebut di depan pasangan dan pasangan kita tetap madly get adored dengan kelakuan kita. Mungkin kalian sudah pernah banyak baca tulisan seperti ini dan it's cliché as heck but trust me.. kalian hanya butuh melakukannya.

Disamping garis samar sane & insane kita harus punya "what if steps", istilahnya langkah-langkah antisipasi lah ya.. bagaimana jika konsep "security" kalian tidak sama dengan pasangan? Bagaimana jika pasangan atau bahkan kita sudah terlanjur melakukan tindakan yang menurut pasangan kita BIG NO-NO?
Apakah first thought kalian adalah "bicarakan baik-baik"? It's always popping up, right? Semua hal dibicarakan baik-baik, jika tidak, bla bla, berujung pada pilihan stop atau lanjut. Guys...

Bagaimana dengan ini: Konsep Nucture (bentukan). Kita bentuk lagi konsep keamanan kita dengan memperhatikan dan mempertimbangkan nilai-nilai yang pasangan kita miliki dan kita miliki. Ibarat kita melipat kertas bersama pasangan, lalu kertas tersebut kusut, kemudian kita buat lipatan kertas yang baru. Siapa bilang susah? Siapa bilang gampang? 

Simpel, awalnya kalian bertanya dulu pada pasangan. Jangan banyak pakai kata "Kenapa" alias cukup hanya satu "Kenapa", karena mereka akan mencari alasan dan manusia berpikir lebih cepat ketika mencari alasan. Your Q vs brain. Beri mereka pertanyaan ya/tidak seputar kelanjutan hubungan dan jaminan pasangan kalian tidak akan mengulanginya. Pertanyaan yang sama juga berlaku untuk diri sendiri. Intinya beri irama ketenangan dan kenyamanan terhadap pasangan kalian dalam suasana tidak mendukung pun (sebisa mungkin). Lalu bentuk suatu konsep hubungan yang entah diadaptasi dari model yang lama atau yang baru atau gabungan.... at least you guys are willing to be together.

 
IRAMA KENYAMANAN

Sekarang kita loosen up sedikit dan gue akan menceritakan track record kenyamanan yang pernah gue alami. Which relationship? well, the recent one. Gue bahkan udah nyaman pertama kali ngobrol (di line, via free call, percaya deh, chat bukan media yang asik menurut gue... kecuali kalau kalian diberkahi dengan tulisan-tulisan seru atau kalian chatting seperti surat-suratan). Terkadang juga saling kirim voice note (paling absurd adalah dia ngucapin selamat pagi dengan aplikasi suara darth vader), selain sapaan juga kadang dia kirim VN buat ketawa ngejek doang atau suara-suara hewan yang dia bisa. Intinya dia nunjukkin bahwa dia siap ganggu gue kapan aja :)

Kalau kalian mau lebih nyaman dengan melakukan hal-hal gila misalnya gila tahap wajar, kayak bikin blog yang cuma bisa dilihat kalian berdua dan mulai nulis (seolah lagi curhat di diary dan anggap dia ga baca). Bisa juga unggah VN gila sebelumnya atau unggah apapun yang membuat kalian merasa seru. 

Kegilaan-kegilaan lainnya misalnya jalan-jalan sama pasangan tapi pakai tema. Contohnya temanya tentang "Jejak-jejak masjid/gereja/kelenteng" dimana kalian pergi ke rumah ibadah tertua sekalian cari tau sejarahnya, kalau perlu kalian buat liputan berdua dengan dokumentasi berupa video atau foto atau scrap book. Hey, why not? I've been there though. Dan seru banget. Walaupun cuma dokumentasi foto tapi sambil wawancara kecil penduduk sekitar. 

Atau kalian juga bisa jadi hunter  apapun dengan pasangan. Temen gue misalnya, tiap malam ke berapa gitu ke lapangan tempat mereka pertama kali resmi pacaran (entah kenapa cowoknya nembak di lapangan) lalu mereka ngitung-ngitung bintang. Dan ga cuma menghitung bintang, mereka juga nyatet dan ngukur letaknya (niat). Tapi gue yakin lebih banyak yang lebih gila bahkan kalian pasti juga. What is so wrong with being insane just to please your bf/gf? Note this, EVERY DATE COUNTS.

P.S sebagian pengalaman pribadi dan sebagian pengalaman pribadi temen. Untuk yang merasa perlu diketahui bahwa gue tidak menerima tuntutan royalty apapun. Salam pis en gawl